HOME Back

Use the

Planning a Trip to Japan?

Share your travel photos with us by hashtagging your images with #visitjapanjp

Another Kyoto Another Kyoto

KYOTO Kyoto yang lain Menyelami Lebih Dalam ke Jantung Tradisi: Jelajahi Harta Karun Tersembunyi di Kyoto

Keluarlah dari keramaian dan jelajahi beberapa destinasi tersembunyi di Kyoto

Kyoto , ibu kota kuno Jepang, terkenal di seluruh dunia karena jalanan bersejarah, kuil kuno, dan tradisi budaya mereka. Budaya Kyoto terbentuk dari perpaduan berbagai bahan dan teknik dari lingkungan sekitar. Misalnya, sayuran yang digunakan dalam masakan Kyoto diperoleh dari hutan seperti Kota Kameoka, sedangkan daun teh yang digunakan untuk membuat teh hijau dan matcha yang terkenal di kota ini ditanam di selatan Kyoto, dan teh ini menjadi produk khas daerah seperti Kota Uji dan Kota Wazuka. Para wisatawan di Jepang yang ingin merasakan pesona Kyoto yang memikat pasti ingin menjelajahi empat area yang masuk dalam daftar “Another Kyoto” – Kyoto by the Sea, Woodland Kyoto, Kyoto Tea Country, dan Kyoto Otokuni Bamboo Grove.

Jangan Lewatkan

  • Berjalan-jalan santai di sepanjang Laut Jepang di hutan pinus dan gosong pasir Amanohashidate di Teluk Miyazu serta nikmati keindahan Kyoto di tepi laut
  • Naiki perahu menyusuri Sungai Hozu di Kota Kameoka
  • Rasakan kenikmatan teh Jepang dan hidangan matcha dalam berbagai bentuk di Kota Uji
  • Berjalan menyusuri jalan indah di antara pohon bambu di Kota Muko

Menuju Lokasi

Wisatawan yang ingin menjelajahi Kyoto by the Sea dapat memulai perjalanannya di Stasiun Amanohashidate, yang berjarak sekitar 130 menit dari Stasiun Kyoto. Bagi yang ingin mengunjungi Ine Boathouse, pengunjung dapat naik bus dari Stasiun Amanohashidate langsung menuju Ine.

Pengunjung dapat mencapai pusat Woodland Kyoto melalui Stasiun Kameoka, yang terletak sekitar 20 menit dari Stasiun JR Kyoto dengan kereta lokal melalui JR Sagano (San'in) Line.

Wisatawan yang ingin menjelajahi Kyoto by the Sea dapat memulai perjalanannya di Stasiun Amanohashidate, yang berjarak sekitar 130 menit dari Stasiun Kyoto. Bagi yang ingin mengunjungi Ine Boathouse, pengunjung dapat naik bus dari Stasiun Amanohashidate langsung menuju Ine.

Kawasan Kyoto Otokuni Bamboo Grove dapat diakses dengan mudah melalui Stasiun Higashimuko yang berjarak sekitar 30 menit dari Stasiun Kyoto melalui Karasuma Line dan jalur semi-ekspres Hankyu-Kyoto Line.

Kyoto by the Sea

“Kyoto by the Sea” mencakup wilayah termasuk Amanohashidate, Miyazu dan Ine, serta wilayah Yasaka dan Tango di utara Kyoto. Di sepanjang Teluk Miyazu terdapat Gosong Pasir Amanohashidate , secara umum diterjemahkan sebagai “jembatan di surga”, yang dikenal sebagai salah satu dari tiga pemandangan paling indah di Jepang. Di wilayah Miyazu pengunjung akan menemukan Wihara Buddha Nariaiji, salah satu dari 33 kuil yang dikunjungi di sepanjang jalur Ziarah Kansai Kannon. Desa Ine yang tenang memiliki sekitar 230 “funaya ” (rumah perahu) yang terletak tepat di atas air, melukiskan pemandangan yang indah. Pengunjung yang mencari pantai berpasir dan ombak laut dapat menjelajahi perairan dangkal dan tenang di Pantai Tomari di Ine, atau menikmati keindahan Pantai Yuhigaura yang memesona di kawasan Kyotango, lengkap dengan ayunan kayu apung dan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan. Sebaliknya, Tango Matsushima Outlook di dekatnya menawarkan pemandangan garis pantai yang spektakuler, terlihat paling cantik saat matahari terbenam.

Woodland Kyoto

“Woodland Kyoto” mencakup hutan yang lebat, sungai yang tenang, dan hutan yang luas, yang berfungsi sebagai tempat pelarian yang indah bagi para pecinta alam. Mencakup kota-kota seperti Nantan, Kameoka, Kyotamba, Ayabe dan Fukuchiyama, pengunjung dapat menikmati pemandangan memikat dan menjelajahi keindahan alam sekitarnya. Wisatawan yang ingin menyatu kembali dengan alam dapat mengunjungi desa Miyama yang beratap jerami di Kota Nantan, atau naik perahu di sepanjang Sungai Hozu di Kameoka, di mana mereka dapat menikmati keindahan alam tebing Sungai Hozu dan serunya arung jeram. Area naik rakit di Sungai Hozu terletak tepat di depan Stasiun Torokko Kameoka. Penggemar hiking dapat menjelajahi Lembah Rurikei yang menawan di Kota Nantan, yang menampilkan jurang, air terjun, dan tebing yang memesona. Kuil Shinto Moto Ise Naiku, juga di wilayah Fukuchiyama, konon merupakan tempat cermin sakral Dewi Shinto Amaterasu sebelum pindah ke seluruh negeri dan akhirnya menetap di Kuil Shinto Ise Jingu di Prefektur Mie. Kuil Shinto Moto Ise Naiku juga memberikan pengalaman istimewa di Woodland Kyoto.

** ©Kyoto Miyama Tourism Association

Kyoto Tea Country

Terkenal dengan produksi tehnya, Kyoto bagian selatan memiliki banyak kekayaan nasional dan ladang teh yang indah, menjadikannya tujuan sempurna bagi pecinta teh. Di Kota Uji terdapat Wihara Buddha Byodoin dan Jembatan Uji , selain itu, terdapat banyak rumah liburan bangsawan sejak zaman kuno. Alhasil, budaya dan industri di wilayah tersebut berkembang sejalan dengan selera masyarakat kelas atas. Pengunjung Kota Uji dapat memperdalam pengetahuan tentang segala hal yang berkaitan dengan matcha dan teh hijau, mulai dari matcha soba tradisional dan “cha-dango” (pangsit manis dengan matcha) hingga hidangan kontemporer seperti es krim matcha dan bir matcha. Beberapa toko di area tersebut menawarkan pengunjung kesempatan untuk menggiling matcha mereka sendiri dan menikmati upacara minum teh kecil-kecilan menggunakan bubuk matcha yang baru digiling. Bagi pengunjung yang tertarik mengunjungi perkebunan teh hijau, Wazuka memiliki beberapa lokasi ideal. Selain dapat ikut serta dalam pengalaman memetik teh tergantung musim, pengunjung dapat belajar tentang berbagai jenis teh dan siklus produksi pertaniannya.

Kebun Bambu Kyoto Otokuni

Kawasan Kyoto Otokuni Bamboo Groves, yang tersebar di Kota Muko, Kota Nagaokakyou dan Kota Oyamazaki di barat Kyoto, terkenal dengan kebun bambu yang indah dan menjadi tempat penghasil rebung berkualitas tinggi. Take-no-Michi (“Jalur Bambu”) di Kota Muko adalah keindahan tersembunyi yang memberikan pengunjung pengalaman tak terlupakan di antara bambu yang menjulang tinggi. Dengan luas sekitar lima kali lebih besar dibandingkan Arashiyama dan membentang sejauh total 1,8 kilometer, jalur bambu Take-no-Michi dihiasi dengan delapan jenis pagar bambu. Di sini, pengunjung bisa menikmati jalan-jalan menyusuri hutan bambu yang memesona tanpa perlu khawatir akan keramaian.

Tentu saja ada hal menarik lainnya di Kyoto Otokuni Bamboo Groves selain hanya melihat bambu. Pengunjung dapat menikmati manisan atau masakan kaiseki yang menggunakan rebung, atau mencoba membuat kerajinan bambu tradisional seperti sendok teh dan keranjang bambu.

Disarankan untuk Anda

Sanzenin
Kyoto
hase-dera temple
Kansai

Please Choose Your Language

Browse the JNTO site in one of multiple languages