HOME Back

Use the

Planning a Trip to Japan?

Share your travel photos with us by hashtagging your images with #visitjapanjp

KOKUSAI DORI KOKUSAI DORI

OKINAWA Naha Portal Menuju Pulau yang Hilang dan Kerajaan Tepi Pantai Modern yang Penuh Kesenangan

Portal Menuju Pulau yang Hilang dan Kerajaan Tepi Pantai Modern yang Penuh Kesenangan

Pulau utama Okinawa adalah titik awal yang populer bagi para turis untuk menjelajahi bagian subtropis Jepang ini. Kota Naha memiliki istana kuno, jalan dengan pusat perbelanjaan yang semarak, dan banyak tempat wisata lainnya yang membuatnya layak dikunjungi.

Sejauh ini Naha merupakan kota terbesar di Okinawa , yang dihuni oleh 60 persen penduduk pulau utama. Kota ini juga lokasi satu-satunya sistem kereta api umum di Okinawa dan monorel Okinawa menyediakan rute yang mudah di seluruh kota ke ibu kota lama Shuri.

Jangan Lewatkan

  • Istana Shuri yang baru saja dipugar
  • Jalan Kokusai-dori, jalan utama pusat hiburan dan perbelanjaan Naha
  • Kuil Shinto Naminouegu, didedikasikan untuk sumber seluruh kehidupan dalam mitologi Okinawa

Menuju Lokasi

Hampir semua petualangan di Okinawa berawal di sini. Bandara Naha adalah gerbang ke semua kepulauan di Okinawa. Bandara domestik menyambut berbagai pesawat dari puluhan lokasi di seluruh Jepang, dengan penerbangan murah yang melayani wisatawan dengan anggaran terbatas.

Kota Naha hanya ditempuh dalam waktu 10 menit berkendara dari bandara atau beberapa perhentian monorel.

Sekilas Fakta

Okinawa dibentuk dari ratusan pulau, tetapi luas pulau utamanya lebih besar dari semua pulau digabung menjadi satu

Populasi Naha berjumlah sekitar 300.000 penduduk

Kota ini menggantikan Shuri sebagai ibu kota pada tahun 1872

Sekarang Shuri menjadi bagian dari kota modern Naha

 

 

Berjalan-jalan Mengelilingi Naha dan Pulau Utama

Monorel Kota Okinawa bisa membawa Anda dari bandara ke pusat kota dan Shuri. Monorel adalah satu-satunya transportasi umum di pulau ini selain bus, dan diperlukan waktu 30 menit untuk menjelajahi dari ujung ke ujung. Pemberhentian terakhir adalah Shuri, ibu kota lama yang kini menjadi bagian Naha.

Anda juga bisa naik bus dari bandara ke Terminal Bus Naha. Terdapat situs web yang menyediakan info rute berbahasa Inggris, tetapi biasanya bus tidak beroperasi secara rutin di Okinawa, jadi rencakanan perjalanan Anda sebaik-baiknya.

Cara terbaik untuk mengelilingi pulau adalah dengan menyewa mobil. Terdapat beberapa penyewaan mobil di bandara dan pusat kota.

Merencanakan Waktu Berkunjung

Okinawa memiliki iklim subtropis dan bisa sangat panas saat musim panas, jadi pastikan Anda membawa banyak tabir surya dan ingatlah untuk sering meminum air putih. Suhunya sejuk bahkan kala musim dingin, satu-satunya musim yang harus dihindari adalah musim hujan pada akhir April dan awal Juni serta kemungkinan taifun yang menyerang pulau ini pada bulan September.

Musim semi dan musim gugur adalah waktu yang ideal untuk menikmati matahari, laut, dan pantai, namun sebaiknya Anda menghindari Golden Week, puncak musim liburan di Jepang, yang jatuh pada minggu pertama bulan Mei.

Kerajaan Ryukyu

Okinawa adalah salah satu dari 47 prefektur yang membentuk Jepang, namun pernah juga tidak menjadi bagian dari negara ini. Okinawa, atau yang dahulu dikenal sebagai Kerajaan Ryukyu, merupakan kerajaan yang berdiri sendiri sampai tahun 1609, saat kerajaan ini menjadi bagian dari Satsuma, provinsi di selatan Jepang.

Komodor Matthew Perry berlabuh di Pelabuhan Naha pada tahun 1852, sebelum kunjungan bersejarahnya di Edo (sekarang Tokyo) pada tahun berikutnya, saat Jepang membuka diri pada dunia setelah menutup diri selama berabad-abad.

Naha menjadi ibu kota pada tahun 1872, dan selanjutnya menjadi bagian dari ibu kota lama, Shuri. Namun kota ini selalu menjadi pusat kegiatan perdagangan di pulau tersebut. Pelabuhan Naha telah melakukan perdagangan dengan Korea dan daratan Jepang setidaknya sejak abad ke-11.

Kepulauan ini akhirnya menjadi bagian dari Jepang pada tahun 1879. Setelah Perang Dunia II kepulauan ini dikuasai oleh Amerika Serikat sebelum akhirnya dikembalikan ke Jepang pada 1972.

Taman yang menarik, Pengaruh Asing, dan Kerajaan

Kerajaan Ryukyu dahulu adalah bagian dari Dinasti Ming, karenanya pengaruh Tiongkok di wilayah ini sangat jelas. Fukushuen, sebuah taman di Naha, adalah manifestasi dari kekuasaan tersebut. Semua material yang digunakan untuk membangunnya berasal dari Fuzhou, begitu juga para perancangnya. Desain dan efek visual serta auralnya sedikit berbeda dari kebanyakan taman di Jepang.

Tak jauh dari Istana Shuri terdapat salah satu tempat favorit keluarga kerajaan untuk mencari ketenangan, Taman Kerajaan Shikinaen. Retret hutan ini memiliki kolam besar berbentuk bundar dengan beberapa pulau di tengahnya, jembatan batu, istana kayu, bola akuarium, pohon pisang, dan mata air segar yang jernih. Para pejabat asing dan tamu penting lainnya mengunjungi tempat ini secara rutin.

Ciptakan Kembali Masa Lalu

Banyak yang bisa Anda lihat dan lakukan di Naha. Kota ini semarak dengan kehidupan malam yang aktif dan sebagian besar berpusat di sekitar [Kokusai-D dori],(/spot/587), atau Jalan Internasional, dengan panjang hampir dua kilometer di sepanjang jantung kota Naha.

Anda akan menemukan arkade yang ramai menuju Kokusai-dori dengan berbagai kedai barang dan kerajinan lokal, serta seniman jalanan pada hari Minggu yang bebas lalu lintas.

Naiki monorel hingga perhentian terakhir, dan Anda akan tiba di Shuri, ibu kota lama. Istana Shuri adalah istana Kerajaan Ryukyudari abad ke-15 sampai kerajaan ini menjadi bagian dari Jepang pada abad ke-19.

Istana ini telah dihancurkan dan dibangun kembali berulang kali, terakhir pada tahun 1992, setelah hancur saat Perang Dunia II. Saat berjalan kaki di antara bangunan dan halamannya, Anda akan merasa bagaikan kembali ke zaman Kerajaan Ryukyu.

Pastikan Anda tidak lupa untuk berkunjung ke Kuil Shinto Naminouegu, yang telah menjadi tempat suci dalam agama Kepulauan Ryukyu sejak pertama kali dibangun pada abad ke-14. Kuil ini hancur saat perang namun dipugar kembali menjadi kemegahan aslinya pada tahun 1990-an. Kuil ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki 15 menit dari perhentian monorel Asahibashi.



* Informasi di halaman ini dapat berubah sehubungan dengan COVID-19.

Disarankan untuk Anda

Kuro-shima Island
Okinawa
terraced rice fields in kamou
Destinasi

tautan rujukan

Please Choose Your Language

Browse the JNTO site in one of multiple languages