Gunakan ikon pada halaman untuk menambahkan ke favorit

Merencanakan Perjalanan ke Jepang?

bagikan foto perjalanan Anda bersama kami dengan memberi tanda pagar #visitjapanjp pada gambar Anda

Favorit Saya

sg065 sg065

PANDUAN Arsitektur Jepang Jepang penuh dengan inspirasi arsitektural yang sederhana dan efisien

Arsitektur Jepang Memiliki Sejarah yang Tidak Kalah Kaya dan Kuno dengan Negaranya Sendiri

Struktur-struktur tradisional Jepang memiliki akar estetika dari Tiongkok, sedangkan bangunan-bangunan modern Jepang meminjam konsep Barat yang diterjemahkan ulang untuk menyesuaikan lanskap dan kebutuhan Jepang. Dari wihara kuno hingga struktur modern, Jepang merupakan rumah bagi arsitektur menawan. Jepang telah memberikan kepada dunia beberapa dari arsitek berharga mereka, misalnya bangunan oleh Tadao Ando dan Kengo Kuma yang ditemukan di seluruh dunia. Pengunjung negara Jepang bisa secara langsung melihat bagaimana Jepang telah meninggalkan jejak di dunia arsitektur modern.

Kayu adalah faktor penentu bagi arsitektur tradisional Jepang

Kayu dan Bentuk Sederhana

Karakter yang paling menentukan dari arsitektur tradisional Jepang adalah penggunaan kayu. Bangunan batu bukanlah pilihan bagi Jepang kuno yang rawan gempa, sehingga kayu adalah material terpilih. Untuk mengekspresikan penghormatan ini, arsitek kuno mengembangkan metode untuk menegakkan struktur kayu tanpa menggunakan paku.

Kayu jarang dicat di Jepang; dibiarkan begitu saja supaya serat kayunya bisa tetap dikagumi. Interior rumah dulu dibuat dengan pintu kertas geser yang bisa dilepas dan dipasang ulang untuk menciptakan tata ruang yang sepenuhnya berbeda di dalam rumah. Apresiasi wujud dan alam ini memengaruhi arsitektur Jepang hingga sekarang. Representasi sederhana dari wujud dan penggunaan material bangunan secara autentik, seperti langit-langit terbuka dan tembok beton tanpa cat, sekarang merupakan standar bagi dunia arsitektur modern, tetapi prinsip ini sudah menjadi bagian dari estetika agama Buddha dan Shinto di Jepang selama berabad-abad.

Tradisi tetap dipegang kuat di pusat kota, tepatnya di Wihara Buddha Zojoji

Agama dan Arsitektur Kerohanian

Agama asli Jepang adalah Shinto, dan agama Buddha diperkenalkan pada abad ke-6. Kedua sistem kepercayaan ini memiliki estetika mereka sendiri. Kuil Shinto dan Wihara Buddha bisa ditemukan di seluruh Jepang dan perbedaannya mungkin membingungkan bagi pengunjung pemula.

Kuil Shinto bisa dikenali dari pembawaannya yang tenang. Mereka meniru lingkungan alam dengan kayu dan kurangnya warna atau hiasan. Wihara Buddha lebih dekoratif dan sering menggunakan banyak cat warna vermilion atau merah terang.

Kuil Agung Shinto Kumano Hongu-taisha yang Besar dan Tenang

Satu contoh hebat dari arsitektur Shinto bisa ditemukan di jantung prefektur Wakayama di area Kansai. Kuil Agung Shinto Kumano Hongu-taisha adalah salah satu destinasi final trek ziarah yang disebut Rute Ziarah Kumano Kodo. Kuil ini memiliki atap besar dari kulit pohon cemara yang berpadu sempurna dengan lingkungan sekitar. Alih-alih menggunakan paku, para pembangun kuil menggunakan teknik pengerjaan sambung yang rumit untuk mendirikan kuil ini.

Untuk contoh arsitektur Buddha, Anda cukup melihat wihara-wihara di Nikko di Prefektur Tochigi. Kompleks kuil dan wihara yang sangat luas di perbukitan ini menyala dengan warna vermilion, dan sangat kontras dengan pepohonan dan hutan-hutan di sekitarnya. Bangunan-bangunan di sini dihiasi dengan cetakan kayu yang dicat yang menampilkan adegan-adegan berbeda dari kisah agama Buddha. Dua tradisi ini berkembang secara berdampingan selama berabad-abad dan masih memengaruhi arsitektur modern Jepang.

Pertahanan gelap di Istana Matsumoto yang hitam pekat

Istana dan Arsitektur Pertahanan

Selama abad ke-14, Jepang memasuki periode Negara Berperang. Negara ini terbagi ke banyak bagian, masing-masing diperintah oleh seorang daimyo atau tuan tanah. Para daimyo ini memerlukan istana, yang nantinya berfungsi sebagai benteng pertahanan militer. Istana ini didirikan di lokasi strategis dan merupakan rumah bagi tuan tanah dan samurai mereka. Istana ini juga berfungsi untuk mengintimidasi klan tetangga dengan kemegahannya.

Arsitektur berubah ketika peperangan modern membutuhkan lebih banyak pertahanan yang baru. Kedatangan senjata api ke Jepang pada tahun 1547 mengantarkannya ke periode yang membuat dinding-dinding batu banyak diminati. Ciri umum dari istana-istana di Jepang adalah parit, dinding batu, lubang-lubang untuk menembak panah, dan tata ruang dalam yang rumit untuk memusingkan penyerbu.

Rumah kaisar

Kebanyakan istana sudah dihancurkan, tetapi beberapa masih berdiri tegak, dan yang lainnya telah dibangun ulang. Istana Himeji di Prefektur Hyogo adalah contoh orisinal menakjubkan dari arsitektur pertahanan. Istana Nijo di Kyoto adalah rumah dari shogun pertama Jepang. Istana Matsumoto di Nagano masih memiliki interior kayu dan eksterior batu asli. Istana Kekaisaran di Tokyo merupakan rumah bagi keluarga kerajaan. Meskipun bangunan-bangunan ini tidak dibuka untuk umum, mereka menawarkan tur ke area luarnya.

Pengaruh besar Eropa di Stasiun Tokyo

Arsitektur Modern Jepang

Restorasi Meiji, saat ketika Kaisar kembali ke posisi pusat di politik Jepang, dimulai tahun 1868. Arsitektur Barat tiba-tiba mendominasi ketika arsitek dari Inggris dan Jerman dibawa untuk membantu pendirian bangunan batu besar dan struktur bata, terutama di area sekitar Stasiun Tokyo. Seiring berjalannya waktu, ide Barat dan estetika Jepang bergabung, mengubah Jepang menjadi pemimpin dunia dalam arsitektur modern.

Tokyo Skytree didesain berdasarkan konsep tradisional Jepang

Bangunan yang dirancang oleh arsitek Jepang, termasuk Kengo Kuma dan Kazuyo Sejima, telah menerima pujian internasional untuk fungsionalitas dan perhatian luar biasa kepada wujud sederhana dan alami. Tokyo Skytree , yang memiliki ketinggian 634 meter, mengambil bentuknya dari pilar-pilar pagoda dan lengkung halus pedang samurai.

Museum Seni Kontemporer Abad Ke-21 di Kanazawa adalah bangunan indah dan bulat yang dibuat dari kaca halus dan tampak sebagai obyek dekoratif yang didirikan di atas lapangan berumput. Penggemar arsitektur pasti ingin kamera mereka siap ketika lahan ini menawarkan ruang-ruang luar biasa untuk fotografi. Pulau Naoshima , sebuah pulau kecil di Laut Pedalaman Seto, dikenal dengan museum-museum seni modern dan bangunan-bangunan desain kelas atas. Permata mahkota dari pulau ini adalah museum-museum Benesse, yang didesain oleh arsitek utama, Tadao Ando. Naoshima memiliki banyak sekali museum dan beberapa instalasi ruangan terbuka yang melihat seluruh laut pedalaman.

Sedang diperbaiki, Olimpiade segera datang

Arsitektur Jepang, 2020 dan Selanjutnya

Tokyo menjadi tuan rumah untuk ajang olahraga Olimpiade Musim Panas tahun 2020, dan pembangunan sedang berlangsung dengan baik. Pemandangan kota ini dihiasi dengan siluet-siluet panjang mesin derek di seluruh arah. Tahun 2016, Stadion Nasional yang baru di Distrik Shinjuku mulai dibangun dan didesain oleh arsitek ternama dunia, Kengo Kuma. Naiklah monorel Yurikamome untuk mendapati pemandangan menyeluruh dari pembangunan Taman Olahraga Urban Ariake yang akan menjadi tuan rumah bagi acara-acara BMX dan lokasi debut Olimpiade papan luncur. Kemudian, pergilah ke sekitar Harumi di Distrik Chuo untuk melihat lokasi konstruksi Desa Olimpiade.



* Informasi di halaman ini dapat berubah sehubungan dengan COVID-19.

Anda mungkin juga akan menyukai...

Please Choose Your Language

Browse the JNTO site in one of multiple languages