HOME Back

Use the

Planning a Trip to Japan?

Share your travel photos with us by hashtagging your images with #visitjapanjp

Menyusuri Jalur Ziarah Warisan Dunia Berusia Seribu Tahun

Rute Ziarah Kumano Kodo adalah salah satu dari jalur kerohanian pertama di dunia. Para peziarah menyusuri jalan berkelok pegunungan Semenanjung Kii di Honshu, area yang membentang di prefektur Wakayama, Nara, Osaka, dan Mie, dalam pencarian mereka akan pencerahan selama lebih dari satu milenium.

Wisatawan modern datang untuk merasakan momen kontemplasi yang tenang, bersatu dengan alam, dan menyelami sejarah spiritual Jepang.

Jangan Lewatkan

  • Menginjakkan kaki di jalur yang sama dengan peziarah kuno, termasuk pertapa, samurai, kaisar, dan biksu
  • Kuil Kumano Nachi-taisha dan tempat-tempat sembahyang di sekitarnya, contoh sempurna pencampuran Shinto-Buddha
  • Manfaatkan layanan shuttle bagasi di sepanjang rute sehingga Anda dapat berjalan tanpa membawa bagasi

Menuju Lokasi

Jalur ziarah saling bersilang dengan Semenanjung Kii, dan aksesnya tergantung pada tujuan akhir Anda dan seberapa jauh Anda ingin mendaki. Pusat moda transportasi utama ke area tersebut adalah Osaka, Kyoto, dan Nagoya dengan menggunakan Jalur Utama Kisei (disebut juga dengan jalur Kinokuni).

Untuk mencapai Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha dan Wihara Buddha Nachi Seigantoji, naik bus dari Stasiun Kii-Katsura (di JR Kinokuni Line) menuju tempat parkir di depan kuil dan wihara.

Anda juga dapat mencapai Kumano Hayatama dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Stasiun JR Shingu, juga melalui JR Kinokuni Line.

Untuk Kumano Hongu Taisha, perlu waktu sekitar satu jam 15 menit perjalanan dari Stasiun Kii-Tanabe (di JR Kinokuni Line) dengan Bus Ryujin di Kumano Hongu Line. Turunlah di Kumano Hongu Taisha-mae.

Fakta Menarik

Keseluruhan rute ziarah terdiri dari 7 jalur

Pada tahun 2004 jalur tradisional bersamaan dengan pegunungan sucinya dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO

Gagak berkaki tiga dalam mitos merupakan simbol dari Kumano Kodo, dan tim sepak bola nasional Jepang

 

Kumano, Rumah Para Dewa

Sejak dulu, wilayah Kumano sudah dipandang sebagai area yang kuat secara spiritual tempat para dewa mendiami jalinan lanskap alami.

Selama Periode Heian (794-1185), mantan kaisar mulai membuat jalur yang berat menuju wilayah ini demi mencari pencerahan spiritual. Ziarah sedikit demi sedikit makin dikenal luas sejak saat itu.

 

 

Tiga Serangkai Spiritual Kumano Sanzan

Kumano Sanzan adalah nama kolektif dari tiga kuil paling suci di area tersebut: Kuil Shinto Kumano Hayatama Taisha , Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha (termasuk Wihara Buddha Nachi Seigantoji yang berdampingan) dan Kuil Shinto Kumano Hongu Taisha .

Ketiganya merupakan pusat suci wilayah Kumano. Dirancang dengan unik dan awalnya menawarkan bentuk yang terpisah dari penyembahan alam, tiga kuil ini kemudian digabungkan, menjadi destinasi ziarah utama.

 

 

99 Kuil Shinto Oji Sebagai Tanda Arah Spiritual

Meskipun Kuil Shinto Kumano Sanzan tetap menjadi daya tarik terbesar kegiatan ziarah, namun banyak kuil-kuil yang lebih kecil tersebar di sepanjang rute. Dikenal sebagai 99 Kuil Shinto Oji, tujuan kuil ini adalah memberikan perlindungan dan pedoman kepada para peziarah yang sedang berkelana.

Harmoni Religius Melalui Shinbutsu-shugo

Sebelum kebijakan politik memisahkan mereka di akhir abad ke-19, agama Buddha dan Shinto hidup berdampingan dengan cukup damai sebagai Shinbutsu-shugo, gabungan dari dua sistem kepercayaan tersebut. Tuhan agama Shinto dianggap sebagai manifestasi asli dari dewa-dewa agama Buddha. Ini merupakan hal yang normal di Jepang selama lebih dari seribu tahun.

Pada abad ke-19, agama Buddha dipisahkan dari Shinto dan banyak wihara dan patung-patung Buddha dihancurkan.

Meskipun cukup sulit untuk menemukan elemen-elemen Buddha dan Shinto bercampur saat ini, Kuil Shinto Kumano Nachi Taisha dan Wihara Buddha Nachi Seigantoji yang berdampingan menggambarkan hubungan tradisional tersebut dengan sangat baik.

 

 



* Informasi di halaman ini dapat berubah sehubungan dengan COVID-19.

Disarankan untuk Anda

kimg_wakayama
Wakayama
Wakayama Kumano
Sejarah di Jepang

Please Choose Your Language

Browse the JNTO site in one of multiple languages